Steve Jobs baru saja mengundurkan diri sebagai Kepala Eksekutif Korporat
(CEO) Apple Inc. Sepanjang sejarah perusahaan tersebut, tidak selalu
produk yang mereka hasilkan mampu diterima dengan sangat baik oleh pasar
- seperti yang saat ini melanda iPad, iPhone, dan iPod. Setidaknya ada
tujuh produk gagal yang pernah dibesut Apple saat Steve Jobs masih
berkarya di sana:
Apple III (1981)
Penerus Apple II yang sangat populer tersebut fokus ke pengguna bisnis
dan tentunya harganya juga disesuaikan. Sayang, hardwarenya tidak
handal. Apple kemudian kalah bersaing di pasar bisnis dengan IBM PC yang
diluncurkan di tahun yang sama, dan juga pasar kompatibel PC yang
tumbuh sangat pesat.
Lisa (1983)
Komputer komersial pertama yang diproduksi dengan antar muka grafis ini
dipasarkan di harga US$9.995 saat diluncurkan. Begitu Macintosh yang
harganya lebih murah diluncurkan setahun kemudian, Lisa kehilangan
peminat.
NeXT Computer (1989)
Ini merupakan karya Steve Jobs setelah dipaksa keluar dari Apple.
Komputer ini sangat canggih di masanya. Namun sama seperti Apple III dan
Lisa, ia terlalu mahal untuk dimiliki oleh pengguna mainstream.
Sabtu, 01 Oktober 2011
Jumat, 30 September 2011
Umar Bin Khattab
"Ya Allah...buatlah Islam ini kuat dengan masuknya salah satu dari kedua orang ini. Amr bin Hisham atau Umar bin Khattab."
Salah satu dari doa Rasulullah pada saat Islam masih dalam tahap awal
penyebaran dan masih lemah. Doa itu segera dikabulkan oleh Allah. Allah
memilih Umar bin Khattab sebagai salah satu pilar kekuatan islam,
sedangkan Amr bin Hisham meninggal sebagai Abu Jahal.
Umar bin Khattab
dilahirkan 12 tahun setelah kelahiran Rasulullah saw. Ayahnya bernama
Khattab dan ibunya bernama Khatmah. Perawakannya tinggi besar dan tegap
dengan otot-otot yang menonjol dari kaki dan tangannya, jenggot yang
lebat dan berwajah tampan, serta warna kulitnya coklat kemerah-merahan.
Beliau
dibesarkan di dalam lingkungan Bani Adi, salah satu kaum dari
suku Quraisy. Beliau merupakan khalifah kedua didalam islam setelah Abu Bakar As Siddiq.
Nasabnya adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qarth bin Razah bin 'Adiy bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib.
Nasab beliau bertemu dengan nasab Nabi pada kakeknya Ka'ab. Antara
beliau dengan Nabi selisih 8 kakek. lbu beliau bernama Hantamah binti
Hasyim bin al-Mughirah al-Makhzumiyah. Rasulullah memberi beliau
"kun-yah" Abu Hafsh (bapak Hafsh) karena Hafshah adalah anaknya yang
paling tua; dan memberi "laqab" (julukan) al Faruq.
Umar bin Khattab masuk Islam
Sebelum masuk
Islam, Umar bin Khattab dikenal sebagai seorang yang keras
permusuhannya dengan kaum Muslimin, bertaklid kepada ajaran nenek
moyangnya, dan melakukan perbuatan-perbuatan jelek yang umumnya
dilakukan kaum jahiliyah, namun tetap bisa menjaga harga diri. Beliau
masuk Islam pada bulan Dzulhijah tahun ke-6 kenabian, tiga hari setelah Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam.
Ringkas
cerita, pada suatu malam beliau datang ke Masjidil Haram secara
sembunyi-sembunyi untuk mendengarkan bacaan shalat Nabi. Waktu itu Nabi
membaca surat al-Haqqah. Umar bin Khattab kagum dengan susunan
kalimatnya lantas berkata pada dirinya sendiri- "Demi Allah, ini adalah
syair sebagaimana
Sabtu, 24 September 2011
Sejarah dan Dasar-dasar HTML (Hypertext Markup Language)
HTML (Hypertext Markup Language) merupakan bahasa yang digunakan untuk
membuat website. Menggunakan tag untuk mendeklarasikan sesuatu dan tag
tersebut tidak ditampilkan tetapi tag tersebut memberi tahu browser
bagaimana cara menampilkan dokumen website. Serta dapat saling
berhubungan dengan dokumen HTML lain yang dikenal dengan istilah link.
Suatu halaman website sebenarnya hanya sebuah halaman teks, jika anda menggunakan browser internet explorer dan anda mengklik view – source, maka anda dapat melihat teks dari web tersebut. Tetapi teks tersebut diterjemahkan oleh browser menjadi halaman website yang enak dilihat. Teks merupakan bahasa universal bagi komputer, yang berarti setiap dokumen teks (termasuk website) yang anda buat melalui Windows dapat dibaca di sistem perasi lain seperti Mac OS, Linux, Unix dan lainnya.
HTML dan hal-hal yang berkaitan dengan website distandarisasi oleh sebuah badan yang disebut World Wide Web Consortium (W3C). Standard terbaru, konsep dan proposal mengenai starndarisasi web dapat dilihat di http://www.w3.org. Standar untuk HTML terbaru adalah HTML 4.0 yang telah didukung oleh bermacam-macam browser seperti Microsoft Internet Explorer, Netscape Navigator, Opera, Mozilla, Safari dan masih banyak lagi. Browser menterjemahkan tag yang terdapat pada dokumen HTML. Kita akan segera membicarakan mengenai tag.
Suatu halaman website sebenarnya hanya sebuah halaman teks, jika anda menggunakan browser internet explorer dan anda mengklik view – source, maka anda dapat melihat teks dari web tersebut. Tetapi teks tersebut diterjemahkan oleh browser menjadi halaman website yang enak dilihat. Teks merupakan bahasa universal bagi komputer, yang berarti setiap dokumen teks (termasuk website) yang anda buat melalui Windows dapat dibaca di sistem perasi lain seperti Mac OS, Linux, Unix dan lainnya.
HTML dan hal-hal yang berkaitan dengan website distandarisasi oleh sebuah badan yang disebut World Wide Web Consortium (W3C). Standard terbaru, konsep dan proposal mengenai starndarisasi web dapat dilihat di http://www.w3.org. Standar untuk HTML terbaru adalah HTML 4.0 yang telah didukung oleh bermacam-macam browser seperti Microsoft Internet Explorer, Netscape Navigator, Opera, Mozilla, Safari dan masih banyak lagi. Browser menterjemahkan tag yang terdapat pada dokumen HTML. Kita akan segera membicarakan mengenai tag.
Tips Belajar Mengetik 10 Jari dengan Cepat
ayangkan bila kamu harus menyelesaikan setumpuk ketikan sedang cara
mengetik kamu masih mengandalkan 11 jari alias 2 jari telunjuk. Sudah
pegal, makan waktu lama pula. Paling yang ada dalam pikiran membawa
setumpuk ketikan itu ke rental komputer. Tinggal bayar sekian ribu dan
selesai. Biarpun harus mengeluarkan krocek untuk jasa ketik, yang
penting tugas selesai.

Itu artinya kamu termasuk orang yang malas. Pengenya terima beres.. Padahal jika kamu ingin mempelajarinya, mengetik bakal menjadi pekerjaan yang menyenangkan. Yup�seperti pengalaman saya dulu. Melihat temen yang mengetiknya cepet banget 10 jari, jadi termotivasi buat ngalahinnya. Akhirnya saya tekad pelajarinya. Harus bisa, terbukti ga sampai 1 minggu saya sudah hapal posisi huruf2 keyboard dan ngetik tanpa harus melihat keyboad lagi, hanya melihat buku yang ingin diketik, monitorpun hanya dilirik sekali2. Karena begitu kita sudah terbiasa ngetik 10 jari, ketika ada kesalahan, reflek tau walaupun ga liat monitor.
Itu artinya kamu termasuk orang yang malas. Pengenya terima beres.. Padahal jika kamu ingin mempelajarinya, mengetik bakal menjadi pekerjaan yang menyenangkan. Yup�seperti pengalaman saya dulu. Melihat temen yang mengetiknya cepet banget 10 jari, jadi termotivasi buat ngalahinnya. Akhirnya saya tekad pelajarinya. Harus bisa, terbukti ga sampai 1 minggu saya sudah hapal posisi huruf2 keyboard dan ngetik tanpa harus melihat keyboad lagi, hanya melihat buku yang ingin diketik, monitorpun hanya dilirik sekali2. Karena begitu kita sudah terbiasa ngetik 10 jari, ketika ada kesalahan, reflek tau walaupun ga liat monitor.
Ahli Matematika Jerman Akan Pecahkan Teka Teki "3n+1"
Teka teki matematika yang belum ditemukan jawabannya selama 74 tahun
sebentar lagi mungkin akan terpecahkan. Adalah matematikawan dari
Universitas Hamburg, Gerhard Opfer, yang mengklaim telah menemukan
solusinya.
Teka teki matematika itu yang bernama Collatz Conjecture atau "3n+1" itu diajukan oleh Lothar Collatz pada tahun 1937. Teka teki itu melibatkan operasi bilangan bulat yang dilambangkan "n".
Singkatnya, ada dua syarat yang berlaku dalam Collatz Conjecture. Jika bilangan bulat (n) adalah bilangan genap, maka dibagi dua (n/2) dan jika ganjil maka dikalikan 3 kemudian ditambah 1 (3n+1).
Nah, dalam Collatz Conjecture diungkapkan, jika operasi terus dilakukan berulang kali, berapa pun angka yang dipilih untuk memulainya akan selalu didapatkan angka 1 sebagai hasilnya. Verifikasi telah dilakukan hingga angka 5,76 x 10 (18). Namun, tanpa pembuktian matematis yang tepat, selalu ada kemungkinan bahwa angka yang sangat besar akan melenceng dari "hukum" ini. Pembuktian matematis inilah yang telah dimiliki oleh Opfer. Ia menuliskannya dalam paper yang kini telah masuk ke jurnal Mathematics of Computation untuk ditinjau ulang sebab bisa saja pembuktiannya tak tepat.
Nah, apakah puzzle matematika ini nantinya akan benar-benar terselesaikan? Kita tunggu saja. Sementara menunggu, mungkin Anda bisa mencoba mengoperasikan angka berdasarkan Collatz Conjecture.
Coba ambil angka 6. Karena 6 genap, maka dibagi 2, hasilnya 3. Nah, 3 adalah bilangan ganjil, maka dikali 3 dan ditambah 1, hasilnya 10. Lalu, 10 dibagi 2 karena bilangan genap, hasilnya 5. Kemudian, 5 dikali 3 dan ditambah 1, hasilnya 16. Angka 16 dibagi 2, hasilnya 8. Kemudian 8 dibagi 2 hasilnya 4 dan 4 dibagi 2 lagi hasilnya 2. Angka 2 adalah bilangan genap, maka dibagi 2 lagi dan hasilnya 1. Nah, jika diurutkan, maka deretannya adalah 6, 3, 10, 5, 16, 8, 4, 2, 1. Untuk angka 6, berarti terbukti kebenarannya. Anda bisa mencobanya dengan mengambil angka lain. Mau lebih menantang, ambil angka yang besar.
Teka teki matematika itu yang bernama Collatz Conjecture atau "3n+1" itu diajukan oleh Lothar Collatz pada tahun 1937. Teka teki itu melibatkan operasi bilangan bulat yang dilambangkan "n".
Singkatnya, ada dua syarat yang berlaku dalam Collatz Conjecture. Jika bilangan bulat (n) adalah bilangan genap, maka dibagi dua (n/2) dan jika ganjil maka dikalikan 3 kemudian ditambah 1 (3n+1).
| Ilustrasi |
Nah, dalam Collatz Conjecture diungkapkan, jika operasi terus dilakukan berulang kali, berapa pun angka yang dipilih untuk memulainya akan selalu didapatkan angka 1 sebagai hasilnya. Verifikasi telah dilakukan hingga angka 5,76 x 10 (18). Namun, tanpa pembuktian matematis yang tepat, selalu ada kemungkinan bahwa angka yang sangat besar akan melenceng dari "hukum" ini. Pembuktian matematis inilah yang telah dimiliki oleh Opfer. Ia menuliskannya dalam paper yang kini telah masuk ke jurnal Mathematics of Computation untuk ditinjau ulang sebab bisa saja pembuktiannya tak tepat.
Nah, apakah puzzle matematika ini nantinya akan benar-benar terselesaikan? Kita tunggu saja. Sementara menunggu, mungkin Anda bisa mencoba mengoperasikan angka berdasarkan Collatz Conjecture.
Coba ambil angka 6. Karena 6 genap, maka dibagi 2, hasilnya 3. Nah, 3 adalah bilangan ganjil, maka dikali 3 dan ditambah 1, hasilnya 10. Lalu, 10 dibagi 2 karena bilangan genap, hasilnya 5. Kemudian, 5 dikali 3 dan ditambah 1, hasilnya 16. Angka 16 dibagi 2, hasilnya 8. Kemudian 8 dibagi 2 hasilnya 4 dan 4 dibagi 2 lagi hasilnya 2. Angka 2 adalah bilangan genap, maka dibagi 2 lagi dan hasilnya 1. Nah, jika diurutkan, maka deretannya adalah 6, 3, 10, 5, 16, 8, 4, 2, 1. Untuk angka 6, berarti terbukti kebenarannya. Anda bisa mencobanya dengan mengambil angka lain. Mau lebih menantang, ambil angka yang besar.
Langganan:
Postingan (Atom)