Kamis, 05 Juli 2012

Bagaimana Hukum Menyingkat Gelar Kepada Nabi Atau Allah?

Tanya:

Assalamualaikum,
Saya ingin mengajukan pertanyaan. Bagaimana hukum menyingkat gelar kepada Nabi atau kepada Allah, seperti Muhammad saw dan Allah swt.
Terimakasih.
(Ferry – Via Email)
Jawab:
Wa’alaikumussalam wr. wb.
Saya tidak menemukan nashsh –baik al-Qur’an maupuh Hadits– yang secara tegas (sharîh) melarang menyingkat tulisan subhânahu wa ta‘âlâ menjadi SWT. (atau swt.) dan shallallâhu ‘alaihi wa sallam menjadi SAW. (atau saw.). Saya juga belum menemukan nashsh yang secara tegas mengharuskan untuk menulis ucapan tersebut secara panjang apa adanya.
Sejumlah pakar tafsir yang tergabung dalam Tim Penyusunan Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI yang saat ini sedang menggarap penyusunan tafsir tersebut dalam salah satu pertemuannya sepakat untuk menulis subhânahu wa ta‘âlâ dengan singkatan SWT. dan shallallâhu ‘alaihi wa sallam menjadi SAW. dalam buku tafsir ringkas yang sedang disusun. Itu lebih karena alasan-alasan teknis.
Di dalam Mushaf al-Qur’an sendiri, kita juga menemukan sejumlah tulisan yang disingkat. Tanda-tanda waqf (perhentian), misalnya. Ada huruf mîm (م) yang merupakan singkatan dari lâzim: harus berhenti. Artinya,

Beberapa diantara Kita pasti masih sering menggunakan air hangat untuk mandi di pagi dan sore hari. Udara yang dingin tentu saja menjadi pendukung agar Kita mandi air hangat. Muali sekarang cobalah untuk tida membiasakan diri menggunakan air panas atau hangat ketika mandi, sebaliknya cobalah untuk mandi dengan menggunakan air dingin. Ternyata air dingin mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan di bandingkan jika anda menggunakan air yang bersuhu tinggi untuk mandi. Mandi dengan air dapat membantu meningkatkan metabolisme, mencegah cedera otot pasca latihan dan mengatur kadar asam urat dalam tubuh Anda. Mandi air dingin juga dapat mendinginkan pikiran Anda setelah seharian bekerja keras. Berikut manfaat lain dari mandi air dingin menurut Healthmeup: 1. Kesuburan Pria Tidak banyak orang yang tahu akan fakta ini, bahwa pada kenyataan air panas sangat tidak baik bagi testis yaitu dapat menurunkan jumlah sperma. Untuk itu bagi Anda kaum pria, khususnya yang sedang menginginkan anak, cobalah untuk menghindari mandi dengan air panas. 2. Meningkatkan sirkulasi darah untuk menghilangkan racun ketika air dingin mengalir ke kulit, pembuluh darah yang berada di bawah permukaan kulit akan mengkerut. Hal ini tentu saja akan mengurangi sirkulasi darah, namun pada saat yang sama mekanisme tekanan darah secara otomatis akan menghancurkan dan menargetkan jaringan. Hal inilah yang menyebabkan darah bersikulasi dengan dorongan lebih besar, sehingga aliran darah menjadi lebih kuat dalam meningkatkan sirkulasi. 3. Membangun kekebalan Jika Anda berniat untuk meningkatkan sel darah putih, pastikan Anda selalu mandi dengan air dingin. Air dingin dapat meningkatkan metabolisme tubuh yang pada akhirnya juga akan meningkatkan suhu tubuh. Oleah karena itu, mandi dengan air dingin dapat menyegarkan sistem kekebalan tubuh serta melepaskan sel darah putih. 4. Meningkatkan metabolisme Alasan air dingin dapat meningkatkan metabolisme adalah karena ketika air dingin mengalir ditubuh Anda, maka secara otomatis tubuh akan membakar lemak serta karbohidrat yang pada akhirnya meningkatkan suhu tubuh menjadi lebih tinggi. 5. Mencegah cedera Saat Olahraga Saat Anda melakukan aktifitas fisik, otot-otot akan meradang, dan tentu saja Anda membutuhkan waktu untuk merilekskan kembali otot-otot tersebut. Jika Anda mendapati otot-otot Anda meradang sehabis olah raga, disarankan untuk Anda segera mandi dengan air dingin. Hal ini berguna untuk mencegah serat otot pecah karena aktivitas fisik yang berlebihan. 6. Manfaat tambahan Mandi dengan air dingin dapat juga mengurangi terjadinya nyeri yang kronis, seperti nyeri tubuh, serta dapat meningkatkan kesehatan rambut Anda, meningkatkan fungsi ginjal, mengurangi pembengkakan dan kulit edema, serta dapa menyembuhkan dan mengatur sistem saraf otonomik. 7. Air dingin dan irama tubuh Jika Anda merasa lelah, mandilah dengan air dingin untuk membantu mengatasi kelelahan. Tidak bisa tidur? jawaban yang tepat untuk mengatasinya juga dengan mandi air dingin

Kesalahan Tata Bahasa yang Bikin Sesak Dada

Dalam kehidupan sehari-hari saya seringkali menemukan penggunaan bahasa Indonesia yang keliru. Yang sebenarnya tampak sepele tapi menurut saya berisiko besar dalam membunuh budaya berbahasa yang baik dan benar, yang seharusnya ditularkan kepada anak cucu kita kelak. Saya mungkin bukan mahasiswa jurusan sastra Indonesia, tapi saya ingin mencoba membantu memaparkan contoh-contoh penggunaan bahasa yang salah dan menyalahi kaidah bahasa Indonesia, dan sudah terlanjur menjadi budaya umum…
PENGGUNAAN “DI-“ (IMBUHAN) DAN “DI” (KATA DEPAN) YANG TERTUKAR
Inilah bentuk kekeliruan berbahasa yang paling sering saya jumpai, terutama dalam pesan stiker di tempat umum, maupun papan pengumuman. Misal: “Cetak Foto Gratis Di Foto, Cuma Disini!” atau, “Harap Di Simpan Kembali Ditempatnya” atau, “Di Jual Rumah Bla Bla Bla” atau, “Di Larang Buah Sampah Disinih (buset, pake H pula!)”
Padahal yang benar adalah, kata di yang menunjukkan tempat, dipisahkan dengan nama tempat yang mengikutinya. Tempat di sini tidak selalu mutlak nama tempat, intinya menunjukkan posisi, sekalipun bersifat fiktif. Contoh kalimat gombal semacam, “Kau selalu di hatiku!” Meski si “kau” itu tidak benar-benar ada “di hatiku”, tapi taruhlah “hatiku” itu adalah sebuah tempat yang sifatnya abstrak. Cara mengingat penggunaan di ini sebenarnya mudah saja selama kita bisa mengasosiasikan sebuah kata sebagai keterangan tempat. Atau ambillah contoh kata “di Jakarta”, mustahil kan ditulis “dijakarta” (kalau sampai ditulis begitu sih, tandanya penyakit berbahasa kita sudah stadium 4!) Jadi asumsikan sebuah kata keterangan tempat itu seperti “Jakarta” itu tadi, meskipun sifatnya fiktif.
Sementara imbuhan di- seharusnya digabung dengan kata kerja yang mengikutinya, karena kata itu menjadi predikat dalam kalimat pasif. Misal, “dijual”, “dilarang”, “disimpan”, dan kata lain yang murni tidak menunjukkan tempat. Sejak kapan ada kota bernama Jual atau Larang?
Nah, saya harap teman-teman meniru saya: merasa sesak bila ada kalimat minor yang mempertukarkan fungsi di dengan di- (busyet, pede gila si Vian!) Yah, tidak perlu meniru juga sih, tapi setidak-tidaknya kita semua mau belajar untuk bisa membedakan.

5 Tips Berlibur dengan Uang Pas-Pasan

Posted Image

Uang yang terbatas bukan berarti liburan juga harus dibatasi. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk tetap berlibur meski kantong sedang tipis. Berikut 5 tips berlibur asyik dengan uang pas-pasan.

Meski dana yang dimiliki tidak terlalu besar, Anda tetap bisa menikmati liburan dengan menyenangkan. Inilah 5 tips berlibur dengan uang pas-pasan