Sesungguhnya tak akan mampu kita menghitung tanda-tanda keberadaan dan kekuasaan ALLAH SWT di alam semesta ini. Andai kita dapat mengenal, mempelajari, dan meninjau ulang kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah WA'RASULULLAH maka tabjublah kita olehnya.
SEBAGAI MUSLIM & MUSLIMAH .
Allah swt. sebagai Sang Khaliq memberikan kebebasan sebebas bebasnya kepada manusia untuk menembus, melintasi serta menjelajahi seantero/penjuru langit dan bumi atau alam semesta ini sekemampuan yang dimiliki oleh manusia, sebagaimana tersurat dalam
( Al-Qur’an surat Ar-Rahmaan : 33 ) artinya : “Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”.
Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur'an pada ayat berikut: Artinya : "Dialah pencipta langit dan bumi." (QS Al-An'am : 101)
Keterangan yang diberikan Al Qur'an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.