Sabtu, 20 Agustus 2011

Menjaga Rahasia

Memegang teguh suatu rahasia adalah sikap yang sangat sulit dipegangi di masa sekarang. Maka alangkah baiknya jika anak-anak kita sudah terdidik dengan sikap itu sejak kecil. Sifat kanak-kanak yang melekat, seperti keingintahuan yang besar, tentu saja menjadikan upaya itu tak mudah. Sehingga teladan orangtua menjadi hal yang sepatutnya dilakukan.
Gosip, layaknya sesuatu yang mudah ditemui. Satu rahasia yang semestinya tersimpan rapi pun begitu mudah dibongkar melalui jalan ini. Tak hanya diminati oleh kaum ibu, anak-anak pun banyak menggemarinya. Tatkala duduk-duduk bersama teman, tak jarang berbagai obrolan meluncur tanpa terasa. Sampai hal yang semestinya tak disampaikan pun akhirnya terungkap. Terkadang disertai bumbu, “Ssst… tapi jangan bilang siapa-siapa, ya! Ini rahasia!”
Hal tercela yang dianggap biasa. Orangtua yang mendengar atau menyaksikan anak-anaknya melakukan seperti ini pun tak bereaksi. Wallahul musta’an …
Padahal tidak demikian yang ada dalam kehidupan para pendahulu kita yang shalih. Mereka begitu kukuh memegang sesuatu yang disebut rahasia. Barangkali perlu kita lihat, bagaimana putri Rasulullah n, Fathimah x memegang rahasia sang ayah, sampai waktunya dia bisa mengungkapkannya. Aisyah x mengisahkan:
أَقْبَلَتْ فَاطِمَةُ تَمْشِي كَأَنَّ مِشْيَتَهَا مَشْيُ النَّبِيِّ، فَقَالَ النَّبِيُّ: مَرْحَبًا يَا ابْنَتِي، ثُمَّ أَجْلَسَهَا عَنْ يَمِيْنِهِ -أَوْ عَنْ شِمَالِهِ- ثُمَّ أَسَرَّ إِلَيْهَا حَدِيْثًا فَبَكَتْ، فَقُلْتُ لَهَا: لـِمَ تَبْكِيْنَ؟ ثُمَّ أَسَرَّ إِلَيْهَا حَدِيْثًا فَضَحِكَتْ، فَقُلْتُ: مَا رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ فَرَحًا أَقْرَبَ مِنْ حُزْنٍ، فَسَأَلْتُهَا عَمَّا قَالَ. فَقَالَتْ: مَا كُنْتُ لِأُفْشِيَ

Jumat, 19 Agustus 2011

Penta Boyz

Penta Boyz, grup musik acapella berasal dari Jakarta yang digawangi lima personel membuktikan bahwa akapela mampu bersaing dengan musik band. Penampilan mereka yang hanya mengandalkan suara mulut itu ternyata mampu membuat penonton terpana menyaksikan keterampilan masing-masing personel memadukannya menjadi musik yang harmoni.
Kelima personel Penta Boyz itu adalah Armando Zidane yang dipercaya membuat suara bas, Marta Dinata (bariton), Indra Gunawan (sopran), Joka Tatarang (bariton), dan Ronie Harvey M. (tenor).
Kehebatan mereka dalam beracapella ternyata tidak hanya terfokus pada satu aliran musik, karena lagu “Sepasang Mata Bola” karya Ismail Marzuki yang beraliran keroncong pun dilahapnya dengan manis. Belum puas dengan pop dan keroncong, mereka kemudian menjajal lagu “Kopi Dangdut” beraliran dangdut kental, dan lagu itu juga dimainkannya dengan sangat baik yang disambut dengan tepuk tangan penonton.
Menurut Armando, salah satu personel Penta Boyz, masyarakat Indonesia sepertinya belum terlalu akrab dengan jenis musik tersebut, sebab musik band memang lebih banyak tampil dan dikenal.
“Di luar negeri, musik ini justru banyak diminati, karena kami juga pernah mengikuti ajang perlombaan akapela tingkat dunia di Rumania dan tampil sebagai juara,” kata personel yang dipercaya menghasilkan suara bas itu.

Kamis, 18 Agustus 2011

Biografi Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz


Syaikh Bin Baz, menurut Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, adalah seorang tokoh ahli fiqih yang diperhitungkan di jaman kiwari ini, sebagaimana Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani juga seorang ulama ahlul hadits yang handal masa kini. Untuk mengenal lebih dekat siapa beliau, mari kita simak penuturan beliau mengungkapkan data pribadinya berikut ini.
Syaikh mengatakan, “Nama lengkap saya adalah Abdul ‘Aziz Bin Abdillah Bin Muhammad Bin Abdillah Ali (keluarga) Baz. Saya dilahirkan di kota Riyadh pada bulan Dzulhijah 1330 H. Dulu ketika saya baru memulai belajar agama, saya masih bisa melihat dengan baik. Namun qodarullah pada tahun 1346 H, mata saya terkena infeksi yang membuat rabun. Kemudian lama-kelamaan karena tidak sembuh-sembuh mata saya tidak dapat melihat sama sekali. Musibah ini terjadi pada tahun 1350 Hijriyah. Pada saat itulah saya menjadi seorang tuna netra. Saya ucapkan alhamdulillah atas musibah yang menimpa diri saya ini. Saya memohon kepada-Nya semoga Dia berkenan menganugerahkan bashirah (mata hati) kepada saya di dunia ini dan di akhirat serta balasan yang baik di akhirat seperti yang dijanjikan oleh-Nya melalui nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam atas musibah ini. Saya juga memohon kepadanya keselamatan di dunia dan akhirat.
Mencari ilmu telah saya tempuh semenjak masa anak-anak. Saya hafal Al Qur’anul Karim sebelum mencapai usia baligh. Hafalan itu diujikan di hadapan Syaikh Abdullah Bin Furaij. Setelah itu saya mempelajari ilmu-ilmu syariat dan bahasa Arab melalui bimbingan ulama-ulama kota kelahiran saya sendiri. Para guru yang sempat saya ambil ilmunya adalah:
1. Syaikh Muhammad Bin Abdil Lathif Bin Abdirrahman Bin Hasan Bin Asy Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab, seorang hakim di kota Riyadh.
2. Syaikh Hamid Bin Faris, seorang pejabat wakil urusan Baitul Mal, Riyadh.
3. Syaikh Sa’d, Qadhi negeri Bukhara, seorang ulama Makkah. Saya menimba ilmu tauhid darinya pada tahun 1355 H.

Selasa, 16 Agustus 2011

urat Dari Gaza: "Jangan Lupakan Kami; Kalianlah Yang Kami Miliki Sekarang"

urat Dari Gaza: "Jangan Lupakan Kami; Kalianlah Yang Kami Miliki Sekarang"


Selasa, 08/06/2010 18:40 WIB (Era Muslim)


Ummu Taqi, seorang ummahat dari Gaza, Palestina diwawancarai oleh Islam Channel beberapa waktu lalu. Setelah wawancara, Ummu Taqi menulis sebuah surat dalam bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, surat ini ditujukan kepada kaum Muslimin di seluruh dunia. Berikut isi suratnya:

Assalamualaikum,

Saudara dan saudari yang saya sayangi, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengirimkan pesan dari para muslimah di Gaza. Silakan dengarkan situasi kami dan beritahu semua orang.

Situasi yang kami hadapi sangat mengerikan namun iman kami alhamdulillah kuat, walaupun kami tidak

Untuk mu para ikhwan yg sholeh....

Untuk mu para ikhwan yg sholeh....
Engkau sudah tahu bahwa hati kami (akhwat), begitu lembut dan mudah tersentuh...
Lalu kenapa engkau masih sebarkan pesona mu, kata-kata gombal mu dan janji2 manis mu yang membuat sarang racun dihati kami (akhwat).....Tidak kah engkau paham???????????

Wahai ikhwan yg sholeh....
Jangan pernah engkau mengucapkan kata cinta jika engkau tak mampu untuk mengikat kami (akhwat) dengan ikatan suci, karena cinta begitu suci nan indah tuk sekedar di nodai

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan (QS.AS SAFF:2-3)

Wahai ikhwan yg sholeh.........
jika engkau benar2 mencintai kami (akhwat), hentikan kegombalan mu
dan datanglah ke taman hati kami (akhwat), dan khitbah lah kami, dan ucapkanlah kata cinta itu dalam ikatan suci (pernikahan) di hadapan para malaikat langit..........

“Dan hendaklah menjaga kesucian dirinya, orang-orang yang belum mampu menikah, hingga Allah mengayakan mereka dari karuniaNya”(An Nur 33)