Kamis, 03 Mei 2012

Toddler Run Over by Two Vehicles, Ignored by All But One Trash Collector



Seorang anak berumur dua tahun terbaring lemah dengan kondisi luka parah setelah dua kali tertabrak mobil. Lebih dari sepuluh orang yang melewati anak tersebut tak satu pun yang menolong bocah bernasib malang itu. Peristiwa tragis yang menyentuh rasa kemanusiaan ini menjadi pembicaraan hangat di Cina Selatan.

Kantor berita Xinhua, Senin (17/10) menulis bahwa insiden tersebut memicu kemarahan sosial yang luas di jejaring sosial. Kejadian tragis yang menimpa anak bernama Yue Yue tersebut terekam kamera keamanan.


Dalam rekaman itu, Yue Yue berjalan menyeberangi jalan raya persis di depan toko milik orangtuanya di Kota Foshan, Cina Selatan. Ia tertabrak mobil van dan terlindas. Tak lama kemudian sebuah truk ukuran tiga perempat yang melintas juga melindas bocah balita yang sudah tak berdaya tersebut. Seakan tak ada rasa kasihan sedikit pun mobil-mobil itu berlalu begitu saja meninggalkan bocah yang terkapar di tengah jalan. Orang-orang yang melintas pun tak ada yang peduli sama sekali.

Barulah orang kesepuluh atau kesebelas peduli dan menolong bocah itu. Wanita pemulung tersebut berteriak-teriak minta tolong. Ibunda Yue Yue pun keluar rumah dan kemudian membopong serta membawanya ke rumah sakit. Dokter rumah sakit menyatakan, Yue Yue kini dalam kondisi koma dan tak mungkin bertahan hidup.

"Dia tidak akan mampu bertahan menjalani setiap operasi. Otaknya hampir mengalami kematian," kata seorang juru bicara rumah sakit yang merawat diri Yue Yue.

Polisi Foshan telah menahan sopir dari dua mobil yang melindas bocah bernasib malang tersebut.

Sementara itu, masyarakat di jejaring sosial berkomentar, bahwa masyarakat kota kini mengidap penyakit antisosial yang sangat parah. Tak ada lagi rasa kemanusiaan. Rekaman kejadian tragis tersebut diunggah pula di Youtube.

Video lainnya:


Berikut beberapa opini dari para netizen:
“They didn’t ignore the girl, they just didn’t dare help her,” said one comment among many that said that Chinese law had helped create a fear of intervening.
"Mereka tidak mengabaikannya, mereka hanya tidak berani menolongnya," dikatakan sesorang bahwa hukum di Cina membuat mereka tidak berani campur tangan.


“Even if the passers-by couldn’t rescue her, they could dial 120 and 110 [China’s emergency numbers] and help to stop vehicles, then the little Yueyue wouldn’t have been run over by the second car.”
"Bahkan jika mereka(pejalan kaki) tidak dapat menolongnya, mereka bisa menghubungi 120 dan 110 (nomor telepon darurat di Cina) dan membantu memberhentikan kendaraan yang lewat, sehingga Yueyue kecil tidak akan tergilas oleh kendaraan kedua."


My opinion:
"Yes, the driver do the crime. They (the passers) didn't do the crime but they are have a serious problem with human sense. Karma will visit these heartless peoples in the future. Just want to remember these people a quote, it said : "If moderation is a fault, then indifference is a crime."
"Ya, supirlah yang melakukan kejahatan. Mereka (pejalan kaki) tidak melakukannya tetapi mereka memiliki masalah kemanusiaan yang serius. Karma akan mendatangi orang-orang yang tidak memiliki hati tersebut di masa mendatang. Hanya ingin mengingatkan sebuah quote, yang berbunyi : "Jika menyakiti diri sendiri adalah sebuah kesalahan, maka sikap acuh tak acuh adalah sebuah kejahatan"."

Source: yahoo, youtube, & telegraph.co.uk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar